Tergelitik dengan bahasan dari acara MTGW (Mario Teguh Golden Ways) di suatu waktu, sempat akhirnya terpikir untuk menuliskan tentang hal ini. Bahasannya sederhana tentang hubungan pria wanita. Dan di sesi curhat, ada dua orang (1 wanita dan 1 pria) yang kisahnya luar biasa unik, di sisi lain hal itu menunjukkan sedikitnya keegoisan dari manusia, baik itu sisi pria maupun wanita.
Sang wanita menceritakan kisah tentang nasibnya yang di'gantung' oleh kekasihnya, diberikan harapan palsu untuk segera menjalin pertunanganlah, rencana dan kata-kata hendak menikahinyalah, dan sebagainya, tapi si pria hanya sibuk dengan kerjaannya, tidak konsisten dengan kata-katanya. Membuat si wanita yang semula berpikir untuk melupakannya, lalu menerima kehadirannya lagi yang tetap saja hilang timbul layaknya barang yang terapung. Pertanyaanku untuk sang wanita, sampai kapan kau akan membiarkan dirimu ‘digantung’? Apakah kau akan tetap membuat dirimu menderita hanya karena orang yang bahkan tidak mempedulikanmu? Sampai kapan? Sampai kau menjadi nenek-nenek? YAKIN?
Pertanyaanku untuk si pria, kamu serius atau sekedar ingin have fun? Di saat sang wanita dekat dengan pria lain karena tidak diberikan kejelasan, dia langsung bertindak dengan memberikan kata-kata manis penuh racunnya, membujuknya untuk kembali. Pertanyaan berikutnya, kamu ingin dia berada di sisimu mendampingimu, nah sebelumnya kamu sudahkah ada disisinya di saat dia butuh? Coba jawab dengan jujur, kamu dimana dan sedang apa saat dia butuh? So simple. Jawaban jujurmu seharusnya membuatmu sadar atas hasil yang kau dapat. Bukankah begitu?
Kisah curhat yang kedua adalah seorang pria yang menyukai seorang wanita, namun wanita itu menolaknya. Karena dia kesal dan mungkin 'mendendam' secara tidak langsung, dengan segera dia melontarkan 'serangan gaib'nya. Tentu saja ada bantuan dari pihak ketiga dan berwujud 'spiritual'. Dengan serangannya itu si pria berhasil membuat wanita yang disukai sekaligus yang dia kesali itu menyukainya dan memintanya untuk menjadi kekasihnya. Namun, dengan penuh emosi, saking ingin membuatnya menyesal dan membalikkan rasa sakit hatinya, dia menolak perasaan sang wanita. Kamu sudah membuang tenagamu untuk me'melet' dia, lalu menolaknya, apa gunanya? Hanya melampiaskan rasa kekesalan dan sakit hatinya saja. Seolah dengan berbuat begitu, dia senang karena rasa sakit hatinya sudah terbalaskan.
Pertanyaanku untuk dia, berarti selama ini kamu bukan suka sama wanita itu donk, tapi hanya 'nafsu' pengen bersama dengan wanita itu? Pengen 'menaklukan' dia? Artinya kamu menyukai wanita itu bukan dengan tulus tapi karena sikap angkuhmu sebagai seorang pria, tidak bisa menerima penolakan, benar tidak? Coba dijawab dengan pemikiran dan hati yang jujur. Si pria dalam curhatannya bilang, wanita harus hati-hati jika menolak pria karena dukun bisa bertindak. Aku jadi mengingat lagu yang di dalamnya ada lirik seperti ini 'cinta ditolak dukun bertindak'. Aku pribadi sangat tidak setuju dengan hal ini.
Ada juga kasus lain yang mirip, sepasang kekasih kemudian putus lalu sang pria menginginkan mantannya kembali kepadanya dan dia melakukan segala cara, termasuk meminta bantuan para dukun sakti untuk mendukung segala rencananya. Perpisahan memang menyakitkan, tapi ingatlah bahwa perpisahan adalah awal yang baru dari pertemuan. Ada perpisahan maka ada pertemuan. Saat kita berpisah dengan seseorang maka kita akan dipertemukan dengan orang lain, begitulah alur cerita pada umumnya. Dan setiap pasangan saat putus memiliki pertimbangan dan keputusannya masing-masing. Sekarang pertanyaannya, bagi para kekasih yang ditinggal mantannya, atau meninggalkan mantannya, sudahkah kalian melepas kepergiannya dengan ikhlas? Sudah ikhlaskah kau mengikhlaskannya?
Di saat kau tinggalkan dia, di saat kalian sudah putus dan dia dekat dengan orang lain, kenapa masih ada rasa iri dan tidak suka? Hei hei, ingat kembali, kalian bersama itu keputusan yang kalian ambil, kalian berpisah pun itu keputusan yang diambil oleh salah satu dari kalian atau kalian berdua. Kalaupun salah satu di antara kalian tidak rela, maka berpikirlah dan introspeksilah, kita kembalikan kepada Allah SWT. Hormati keputusannya untuk meninggalkanmu. Kau memintanya kembali pun saat dia tidak menginginkannya, percuma, kau hanya membuang waktu dan tenagamu. Kalau memang kau ingin kembali bersamanya, pikirkan kembali apakah memang itu yang benar-benar kau inginkan secara tulus! Kalau kau ingin dia kembali hanya karena sisi egomu sendiri, sebaiknya kau tidak melakukannya, karena hanya ketidakpuasan yang akan kau dapat.
Saat dia lebih memilih orang lain daripada dirimu, jangan hanya marah-marah padanya dan melontarkan kata-kata binatang dan ketidaksopananmu padanya, apalagi memberikan ‘serangan gaib’ dari para dukun sakti dan berniat untuk ‘mencelakakannya’, tetapi ingatlah kembali:
1. Apakah selama ini dirimu sudah berada di sampingnya saat dia butuh? Ataukah dirimu hanya memanggilnya & memintanya mendampingimu hanya saat kau butuh?
2. Sudahkah kau mendengar semua ceritanya dan memberikan respon positif padanya? Ataukah dirimu hanya mendengarnya dan menganggapnya sebagai orang cerewet dan berisik? Tanpa memberitahukan dia cara bercerita yang kau suka?
3. Sudahkah kau menerima dirinya apa adanya? Atau kau mengerecoki dia dan memintanya berubah untuk menjadi lebih cantik dan lebih tampan hanya untuk memuaskan rasa keegoisanmu semata tanpa bertanya padanya apakah itu nyaman untuknya? Sementara dirimu tidak berubah menjadi lebih baik untuk dirinya? Saat kau meminta dan menuntutnya dengan segala permintaanmu, apakah kau SUDAH LAYAK untuk mendapatkannya? Apakah kau SUDAH PANTAS untuk berada si sampingnya dengan segala keegoisanmu itu? Apakah kau memang yang terbaik untuknya? Apa yang membuatmu yakin jika kau memang yang terbaik untuknya?
4. Sudah tuluskah kau menyukainya/mencintainya/menyayanginya? Atau kau menyukainya/mencintainya/menyayanginya hanya karena kau melihat atribut yang dia kenakan, seperti kekayaan, kekuasaan, kekuatan dan gelar jabatan yang dimilikinya.
5. Sudahkah kalian percaya, jujur, dan terbuka satu sama lain? Ataukah kalian masih saling curiga, ragu untuk percaya satu sama lain, bersikap sangat tertutup dan posesif, serta selingkuh di belakang?
Jawaban jujur adalah hasil yang akan sesuai dengan kondisi hubunganmu dengan mantan. Banyak orang mengharapkan orang lain berubah, padahal dirinya sendiri sulit berubah. Perpisahan itu menyedihkan, karena harus ada sesuatu yang mati dalam diri kita, sebelum yang lebih baik tumbuh dan menguat. Dan kebanyakan kita tidak ikhlas mengizinkan yang lama mati. “Jadi sebetulnya yang menyiksa itu bukan mantan, tapi kita sendiri. Kita tidak bisa melihat orang lain bahagia terutama mantan. Ternyata masalah utama menghadapi mantan itu adalah masalah internal kita” (MTGW).
Karena pacaran itu belum tentu menikah, ingatlah bahwa selalu harus ada RTL (Rencana Tindak Lanjut) yang harus dipikirkan ke depan. Kita tidak hidup di masa lalu tetapi di masa sekarang dan harus menyongsong masa depan. Masa lalu adalah pelajaran, sejarah kita yang penuh dengan berbagai perjalanan unik dan masa sekarang is a gift, present. Sampai kapan kita mau terikat dengan masa lalu? Sampai kita kakek-nenek? Hei hei, yang benar saja! THINK!
Tak bisakah kita merelakan mantan untuk berbahagia? Atau karena kita menginginkan dia berada di samping kita, saat kita tidak bisa bersamanya, maka dia tidak boleh bersama dengan orang lain? Dia tidak boleh bersama siapapun? Begitu? Kalau perlu dia pun menderita sama seperti kita yang kesepian karena ditinggalkan olehnya? Ckckckc, jikalau itu yang tersimpan dalam otak kita, artinya kita MANJA SEKALI!!! Pemikiran kita SEMPIT SEKALI!!! Setiap manusia diberikan kesempatan untuk memilih dan pilihan yang tepat akan membawa kita ke jalan yang tepat. Life is changing, guys, you need to look up around you!!! Come on, THINK!!!
Saat kau menyakiti orang lain, itu berarti kau iri dengan kehidupan orang lain, kau tidak suka melihat mereka bahagia. Sekarang ubah pemikiranmu, fokus untuk mencari kebahagiaanmu sendiri! Jika kau berkata, kebahagiaanku adalah BERSAMANYA? Benarkah itu? Tanyakan ulang dan berulang-ulang pada hati kecilmu!
Kau berusaha keras menginginkannya kembali dengan segala cara, baik yang halal maupun yang haram, dari cara membujuk yang baik hingga membujuk dengan bantuan tentara jin atau sejenisnya. Pertanyaannya, jikalau kau kembali bersama dengannya kemudian, apakah kau akan berbahagia? Apakah dia dan kau benar-benar berbahagia? Atau hanya dirimu saja yang puas sementara dia 'linglung' akibat 'serangan'mu itu dan mencintaimu/menyanyangimu atas dasar 'PAKSAAN'? Apakah kau bisa bahagia dengan itu? I don't think so! Ask Yourself! I doubt it! Kalaupun kembali, aku tidak yakin hubungan kalian akan bertahan lama. It’s not that simple! It needs process to take the reality for you to faced! Honestly, no one want a fake love, including you, of course!
Look the reality, do not live on your dream continously, coz you lived in a real world, not in a dream! Dreamer seems to forget what the reality is! You GOT to WAKE UP! Ada proses yang harus kau jalani untuk menghadapi itu semua. Jalani prosesnya, hadapi semuanya! That's it! Remember, DO NOT BLAME OTHERS for WHAT HAPPENED TO YOU. It’s your life, you got to choose what you want to do! You choose, then you should accept the consequences of your choices! THAT’S IT!
So, Let’s Think!
Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts
Tuesday, March 25, 2014
Monday, July 8, 2013
ITS SHARING TIME
Sudah Sadarkah Kita?
Hm, mendadak jadi agak galau sih sebenarnya dan tiba-tiba saja jadi ingin menulis tentang hal ini. Entah apa judulnya sesuai atau tidak, tidak terlalu peduli juga sih ya, haha.
Aku mendapat cukup banyak cerita tentang liku-liku kehidupan, mungkin begitu istilahnya. Hal yang ingin kubahas disini sederhana. Apakah kalian pernah 'menyia-nyiakan' kehadiran orang yang sayang pada kalian? Well, I think the answer is inside your mind, you knew the best :).
Alhamdulilahnya aku selalu berusaha untuk tidak begitu, walau aku tahu tidak selamanya yang aku inginkan ataupun sikapku diterima semua orang. Kadang, keberadaan kita pun sebenarnya sudah menyakiti orang lain dengan seabreg atribut-atribut yang kita miliki, entah gender, latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, perbedaan opini & keyakinan, perbedaan prinsip & konsepsi about life, dan juga personality behaviour. Well, Aku mengakui juga bahwa aku termasuk orang yang keras kepala, haha :p. Jadi, maaf kalau ada yang pernah tersakiti.
Baik, lanjut lagi, entah apa aku melihatnya sangat miris. Dari beberapa cerita, rasanya aku jadi mempertanyakan, baik pada para pria maupun para wanita. Hei, apa kalian pernah 'menyia-nyiakan' orang yang sayang pada kalian?
Istilah saat ini yang sering dipakai biasanya PHP (Pemberi Harapan Palsu). Istilah 'gaul' yang kemudian 'booming' dengan bantuan media sosial tentunya. Bahkan berbagai artikel muncul menarik tema tersebut sebagai bahasannya. Bagiku pertanyaannya sederhana, apa kau pernah 'menyia-nyiakan seseorang yang kau sayangi?'.
Secara umum, atribut kekuasaan para pria adalah tahta, harta, dan wanita. Pak Jamil Azzaini (motivator sekaligus trainer WBT) menambahkan kata Cinta untuk 4Ta, tapi jelas bahwa Cinta bukan atribut kekuasaan pria. Definisi yang beragam membuatnya memiliki banyak makna, dan kupastikan berbeda untuk setiap orang. Kedalamannya pun punya ukuran yang berbeda untuk tiap orang karena kembali FOE (Field of Experience) dan FOR (Frame of Reference) mempengaruhi.
Sementara wanita mungkin tidak terlalu peduli dengan yang namanya kekuasaan, atau mungkin tahta seperti jabatan tinggi, biasanya mereka lebih menggunakan perasaan, emosi. Yah seperti yang disebutkan 1 akal, 9 emosi. Wajar kalau selalu mengedepankan emosi (termasuk perasaan di dalamnya). Namun tak perlu munafik kalau harta dari para pria yang muncul di hadapan wanita adalah hal biasa yang mereka pertimbangkan sebelum mulai penjajakan. Walau baik pria dan wanita sama-sama mengakui bahwa saat pertama kali, keelokan tubuh & wajah adalah yang selalu membuat terpesona. Layaknya iklan Axe yang berbunyi 'Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda,'. Jadi kita mau pilih yang mana? Its your choice, its free to choose. Hanya saja ingatlah bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi.
Sayangnya, yang aku rasakan dari pengalaman, para pria banyak yang menjadikan para wanita sebagai "OBJEK", that's what I hate the most. Entah objek bagi atribut kekuasaannya, keinginan semunya, impian dambaannya semata, ataupun objek secara seksual. Ini yang seringkali menjadi kesalahan fatal para pria. Maaf kalau kesannya men-judge. Tapi begitulah realitas berkata melalui banyak pemberitaan di media online, cetak, maupun televisi & radio. Waaw, luar biasa mengerikan. Bahkan sepertinya kita sekarang ini sudah tidak lagi menghargai NYAWA. Tahta, harta, wanita, pria, semua bercampur dalam satu, alasan keegoisan manusia. Menyedihkan sekali.
Lantas, bagaimana dengan 'Hati' dan 'Keberadaan' yang disia-siakan? Misal, cinta yang ditolak? Harapan yang dimusnahkan? Impian yang diinjak-injak? Kebaikan yang diremehkan? Astagfirullah ....
Banyak orang yang shock, trauma, dan mungkin mendapatkan kesulitan karenanya. Tapi, sadarkah wahai para PHP? Sadarkah para pelaku yang sudah 'menyia-nyiakan' orang tersayang? Aku miris jika banyak yang menjawab 'TIDAK, MEREKA SAMA SEKALI TIDAK PEDULI' atau lebih tepatnya 'MEREKA TIDAK PAHAM DENGAN TINDAKAN MEREKA YANG SUDAH MENYIA-NYIAKAN ORANG LAIN'. Ironis.
Pada akhirnya, seringkali kita menyesal di kemudian hari. Saat mereka yang 'Keberadaan'nya kita sia-siakan pergi selamanya dari kita tanpa ada kata, tanpa peduli lagi pada kita. Kita akan menyesal saat kita menyia-nyiakan 'Hati' & 'Kebaikan' yang mereka berikan sungguh-sungguh, menyesal saat mereka perlahan menghilang, bahkan mungkin waktu turut menambah penyesalan kita. Kita sudah menyia-nyiakan waktu, bahkan waktu untuk diri kita sendiri.
Sepertinya kita lupa bahwa kita hanya manusia biasa, yang LEMAH & RAPUH. Tidak ada daya upaya selain dari ALLAH SWT.
Wahai kawanku, sadarkah kau? Sering tanpa sadar kita menyakiti orang dengan keberadaan kita, dengan sikap plinplan dan kekanak-kanakan kita, dengan keegoisan kita, dengan kepentingan kita? Dengan kata-kata manis yang berubah detik berikutnya menjadi racun? Dengan senggolan tangan yang tanpa sengaja jadi luka? Rasanya jadi ingin menangis ketika mendengar teriakan jiwa. Sungguh, aku sedih saat melihat teman-teman yang tersia-siakan, diri yang pernah disia-siakan. Betapa RAPUH & LEMAHnya manusia.
Namun begitu Syukur Luar Biasa kuungkapkan. Aku punya Tuhan yang begitu AGUNG, begitu LUAR BIASA, MAHA PEMAAF LAGI MAHA PENYAYANG. ALLAH SWT.
Semoga kesalahan kita yang telah lalu terhapuskan dengan doa-doa tulus yang kita panjatkan. Yuk kita mulai kembali menyusun masa depan kita. Tidak apa kalau kita tersesat & sempat menjadi orang yang tersia-siakan, ataupun disia-siakan. This TIME is OURS. Saatnya kita berusaha yang terbaik untuk diri kita sendiri. Tetap semangat dan melangkah dalam keyakinan.
Dan bertepatan dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan, melalui goresan tinta ini juga, aku ucapkan “Mohon Maaf Lahir Batin”.
Jika Terselip khilaf dalam Canda, Tergores Luka dalam Tawa, Tersinggung Rasa dalam Bicara, Mari Kita Awali Ramadhan, dengan Hati yang Bersih & Suci… \ ^_^ /
Hm, mendadak jadi agak galau sih sebenarnya dan tiba-tiba saja jadi ingin menulis tentang hal ini. Entah apa judulnya sesuai atau tidak, tidak terlalu peduli juga sih ya, haha.
Aku mendapat cukup banyak cerita tentang liku-liku kehidupan, mungkin begitu istilahnya. Hal yang ingin kubahas disini sederhana. Apakah kalian pernah 'menyia-nyiakan' kehadiran orang yang sayang pada kalian? Well, I think the answer is inside your mind, you knew the best :).
Alhamdulilahnya aku selalu berusaha untuk tidak begitu, walau aku tahu tidak selamanya yang aku inginkan ataupun sikapku diterima semua orang. Kadang, keberadaan kita pun sebenarnya sudah menyakiti orang lain dengan seabreg atribut-atribut yang kita miliki, entah gender, latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, perbedaan opini & keyakinan, perbedaan prinsip & konsepsi about life, dan juga personality behaviour. Well, Aku mengakui juga bahwa aku termasuk orang yang keras kepala, haha :p. Jadi, maaf kalau ada yang pernah tersakiti.
Baik, lanjut lagi, entah apa aku melihatnya sangat miris. Dari beberapa cerita, rasanya aku jadi mempertanyakan, baik pada para pria maupun para wanita. Hei, apa kalian pernah 'menyia-nyiakan' orang yang sayang pada kalian?
Istilah saat ini yang sering dipakai biasanya PHP (Pemberi Harapan Palsu). Istilah 'gaul' yang kemudian 'booming' dengan bantuan media sosial tentunya. Bahkan berbagai artikel muncul menarik tema tersebut sebagai bahasannya. Bagiku pertanyaannya sederhana, apa kau pernah 'menyia-nyiakan seseorang yang kau sayangi?'.
Secara umum, atribut kekuasaan para pria adalah tahta, harta, dan wanita. Pak Jamil Azzaini (motivator sekaligus trainer WBT) menambahkan kata Cinta untuk 4Ta, tapi jelas bahwa Cinta bukan atribut kekuasaan pria. Definisi yang beragam membuatnya memiliki banyak makna, dan kupastikan berbeda untuk setiap orang. Kedalamannya pun punya ukuran yang berbeda untuk tiap orang karena kembali FOE (Field of Experience) dan FOR (Frame of Reference) mempengaruhi.
Sementara wanita mungkin tidak terlalu peduli dengan yang namanya kekuasaan, atau mungkin tahta seperti jabatan tinggi, biasanya mereka lebih menggunakan perasaan, emosi. Yah seperti yang disebutkan 1 akal, 9 emosi. Wajar kalau selalu mengedepankan emosi (termasuk perasaan di dalamnya). Namun tak perlu munafik kalau harta dari para pria yang muncul di hadapan wanita adalah hal biasa yang mereka pertimbangkan sebelum mulai penjajakan. Walau baik pria dan wanita sama-sama mengakui bahwa saat pertama kali, keelokan tubuh & wajah adalah yang selalu membuat terpesona. Layaknya iklan Axe yang berbunyi 'Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda,'. Jadi kita mau pilih yang mana? Its your choice, its free to choose. Hanya saja ingatlah bahwa setiap pilihan memiliki konsekuensi.
Sayangnya, yang aku rasakan dari pengalaman, para pria banyak yang menjadikan para wanita sebagai "OBJEK", that's what I hate the most. Entah objek bagi atribut kekuasaannya, keinginan semunya, impian dambaannya semata, ataupun objek secara seksual. Ini yang seringkali menjadi kesalahan fatal para pria. Maaf kalau kesannya men-judge. Tapi begitulah realitas berkata melalui banyak pemberitaan di media online, cetak, maupun televisi & radio. Waaw, luar biasa mengerikan. Bahkan sepertinya kita sekarang ini sudah tidak lagi menghargai NYAWA. Tahta, harta, wanita, pria, semua bercampur dalam satu, alasan keegoisan manusia. Menyedihkan sekali.
Lantas, bagaimana dengan 'Hati' dan 'Keberadaan' yang disia-siakan? Misal, cinta yang ditolak? Harapan yang dimusnahkan? Impian yang diinjak-injak? Kebaikan yang diremehkan? Astagfirullah ....
Banyak orang yang shock, trauma, dan mungkin mendapatkan kesulitan karenanya. Tapi, sadarkah wahai para PHP? Sadarkah para pelaku yang sudah 'menyia-nyiakan' orang tersayang? Aku miris jika banyak yang menjawab 'TIDAK, MEREKA SAMA SEKALI TIDAK PEDULI' atau lebih tepatnya 'MEREKA TIDAK PAHAM DENGAN TINDAKAN MEREKA YANG SUDAH MENYIA-NYIAKAN ORANG LAIN'. Ironis.
Pada akhirnya, seringkali kita menyesal di kemudian hari. Saat mereka yang 'Keberadaan'nya kita sia-siakan pergi selamanya dari kita tanpa ada kata, tanpa peduli lagi pada kita. Kita akan menyesal saat kita menyia-nyiakan 'Hati' & 'Kebaikan' yang mereka berikan sungguh-sungguh, menyesal saat mereka perlahan menghilang, bahkan mungkin waktu turut menambah penyesalan kita. Kita sudah menyia-nyiakan waktu, bahkan waktu untuk diri kita sendiri.
Sepertinya kita lupa bahwa kita hanya manusia biasa, yang LEMAH & RAPUH. Tidak ada daya upaya selain dari ALLAH SWT.
Wahai kawanku, sadarkah kau? Sering tanpa sadar kita menyakiti orang dengan keberadaan kita, dengan sikap plinplan dan kekanak-kanakan kita, dengan keegoisan kita, dengan kepentingan kita? Dengan kata-kata manis yang berubah detik berikutnya menjadi racun? Dengan senggolan tangan yang tanpa sengaja jadi luka? Rasanya jadi ingin menangis ketika mendengar teriakan jiwa. Sungguh, aku sedih saat melihat teman-teman yang tersia-siakan, diri yang pernah disia-siakan. Betapa RAPUH & LEMAHnya manusia.
Namun begitu Syukur Luar Biasa kuungkapkan. Aku punya Tuhan yang begitu AGUNG, begitu LUAR BIASA, MAHA PEMAAF LAGI MAHA PENYAYANG. ALLAH SWT.
Semoga kesalahan kita yang telah lalu terhapuskan dengan doa-doa tulus yang kita panjatkan. Yuk kita mulai kembali menyusun masa depan kita. Tidak apa kalau kita tersesat & sempat menjadi orang yang tersia-siakan, ataupun disia-siakan. This TIME is OURS. Saatnya kita berusaha yang terbaik untuk diri kita sendiri. Tetap semangat dan melangkah dalam keyakinan.
Dan bertepatan dengan datangnya Bulan Suci Ramadhan, melalui goresan tinta ini juga, aku ucapkan “Mohon Maaf Lahir Batin”.
Jika Terselip khilaf dalam Canda, Tergores Luka dalam Tawa, Tersinggung Rasa dalam Bicara, Mari Kita Awali Ramadhan, dengan Hati yang Bersih & Suci… \ ^_^ /
Labels:
4Ta,
atribut kekuasaan,
cinta,
Field of experience,
FOE,
FOR,
frame of reference,
harta,
maaf,
palsu,
PHP,
pria,
tahta,
tersia-siakan,
wanita
Subscribe to:
Posts (Atom)



