Tuesday, September 18, 2012

ITS SHARING TIME ...


Its Annoying One

Pernahkah kau merasa sangat kesal karena ada orang yang berkata dan bertindak seenak jidat mereka tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi? Bertingkah dan berkata seolah mereka tahu segalanya, padahal fakta dan cerita lengkapnya saja mereka tidak punya. Aku meyakini bahwa para pembaca pasti pernah merasakan hal seperti ini. Life is an adventure and this is one of ours adventure and experience of course, dealing with annoying people …^_^ …

So, what do you feel when we should dealing with annoying one? Well, honestly I become MAD when They annoy me over the limit. My patience was ruined in an hour while HE did that without knowing or understand what did I feel. That's the most annoying one. When you get MAD and HE/SHE didn't recognize it. Even if HE/SHE made a mistake once, it seems they'll do that again in another time. What a pity!

Bisa dikatakan hal ini adalah bagian dari ujianku yang berikutnya. Banyak hal terjadi dalam berbagai hubungan dan Alhamdulilah sejauh ini aku merasa sudah mendapatkan sosok pendamping yang selama ini aku cari. The One that I'm Looking For. Hope we' ll gonna through many obtacles a head wisely :D. Begitulah pada awalnya dan perjuangan di zona baru (New Zone) itulah yang membuatku mendapatkan pengalaman untuk berurusan dengan orang-orang yang merepotkan. Keluar dari zona nyaman yang semula kuanggap nyaman tetapi tertahan dengan berbagai hal. Saat ini setelah berhasil keluar dari zona nyamanku, aku bisa menyatakan dengan santai bahwa aku menyukai zona baruku, Now I Live My Life, that's what I feel.

Walau begitu, tentu tidak semua orang paham tentang apa yang selama ini kita alami. Banyak di antara mereka dengan seenaknya berkomentar tanpa tahu kisah yang sebenarnya, (they didn't know the true story behind), hanya berasumsikan dari berbagai rumor dan gosip yang beredar, sementara sumber utamanya tidak ditanya langsung, otomatis faktanya tidak bisa dikatakan valid. Sumbernya saja tidak jelas, bagaimana bisa kau meminta “konfirmasi”?.

Ada beberapa poin yang membuatku melayangkan judul “Its Annoying One” pada tulisan kali ini.

Yang pertama adalah pertanyaan seolah memojokkan seperti “kamu direbut ya?” atau asumsi pemikiran dari simulasi sholat yang mengungkapkan bahwa “katakan kalau kamu sedang sholat di dalam sebuah shaf dan dipimpin seorang imam, nah kondisinya kamu seolah direbut oleh imam lain untuk sholat di shaf yang dipimpinnya. Beda kalau imamnya tidak benar”.

Berkaitan dengan asumsi sholat yang jujur saja membuatku langsung naik emosinya. Aku tidak suka mengkaitkan hal ini dengan sholat apalagi dengan seorang imam sebagai pemimpin. Hubungan pacaran yang masih bersifat menggali & mengenali sifat & karakter masing-masing dari pasangan, tidak bisa disamakan dengan sholat, itu menurut pemikiranku, entah yang lain. Apalagi dalam hal memimpin dan kata-kata "Direbut".

Dalam konteks direbut misalnya, kenapa langsung mengasumsikan kesana? Tahu kisahnya saja tidak, main sebut kata "Direbut" seenaknya. Tahukah dirimu, saat merasa sesuatu direbut darimu, pernahkah kau menyadari bahwa kau tidak bisa mempertahankannya dengan baik? Kata "Direbut" ini yang membuatku merasa, ternyata memang, mereka tidak tahu apa-apa, They do know nothing. Hanya mengucapkan kata yang validitasnya belum teruji, benar-benar orang yang merepotkan.

Bukan DIREBUT, tolong DIGARISBAWAHI. Kalau direbut, aku tidak akan bergerak dengan sendirinya. Lagipula aku merasa bahwa untuk hubungan seperti ini, itu adalah PILIHAN. Kalau berkata "merebut" atau "direbut" artinya mereka yang mengatakan hal itu tidak bisa mempertahankan dengan baik. Juga menganggap "sesuatu" itu seperti OBJEK atau BARANG semata.

Nah, sekarang coba aku bertanya pada para pembaca, apakah Anda mau dijadikan OBJEK semata untuk seterusnya? Yang bisa dibuang, direbut, dipindahtangankan sesuka hati, & dipertukarkan begitu saja? Kalau aku tidak mau, agak menyedihkan kalau itu terjadi, seolah kita tidak punya HATI.

Sementara berkaitan dengan pemimpin disini, sebenarnya sederhana saja, bagaimana bisa kita dipercaya jadi pemimpin bagi orang lain, sedangkan kita terkadang sulit untuk memimpin diri kita sendiri. Untuk terbuka saja masih tidak mau, bagaimana bisa kita berkata untuk meneruskan hubungan yang lebih jauh ke depan. Dalam hubungan sederhana saja sudah tidak mau terbuka, bagaimana kalau menjalin hubungan yang lebih jauh. Wah wah, coba bayangkan sendiri, bagaimana saat kita dipimpin seorang pemimpin yang visi dan misinya saja kita tidak tahu, apalagi tujuannya. Waduh, bukannya itu gawat? Mau dibawa kemana hubungan kita? (mendadak jadi ingat lirik lagu itu ya, haha, intermezzo … >_< …). Jadi ya, untuk ini silahkan introspeksi diri sendiri saja.


Poin kedua adalah kata-kata “konfirmasi” yang dilayangkan di sebuah social media dan berkaitan dengan berita yang seolah-olah dihubungkan dengannya. Berita yang tidak lazim untuk dijadikan candaan bila dihubungkan denganku. Untuk candaan para pria bolehlahnya, aku tidak ada urusan dengan hal itu. Tapi, tiba-tiba saja kata-kata “konfirmasi” kemudian muncul begitu saja dan itu ditujukan padaku.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “konfirmasi” berarti penegasan, pengesahan, pembenaran. Maka, saat kita memunculkan kata-kata “konfimasi”, artinya kita mempertanyakan penegasan atau kebenaran dari sebuah berita maupun rumor atau gosip yang beredar.

Kenapa aku marah dan merasa sangat kesal?
Karena kondisinya sudah berbeda dengan kondisi sebelumnya. Memang benar yang dilayangkan itu adalah candaan saja, intinya mengkaitkan kondisi berita candaan itu kepadaku dengan mantanku sebelumnya. Tapi saat DIA meminta “konfirmasi” atas berita candaan itu apalagi dikaitkan dengan mantanku, aku jadi berpikir, jelas-jelas dia tahu aku sudah berpisah dengannya. Kami berpisah secara baik-baik dan aku tidak ada masalah dengannya. Tapi dia (salah seorang temannya), meminta konfirmasi padaku? How's that logic? Jelas-jelas dia sudah tahu kondisi kami yang tidak bersama lagi, malah diminta “konfirmasi”? Konfirmasi atas apa? Beritanya? Orangnya? Tanya sendiri sana sama sumber utamanya langsung, bertanya kok sama sumber lain, mana bisa dibuktikan validitasnya. Lucu sekali! That's really annoying one!!!

Ditambah dengan berita candaannya yang agak berbau dewasa, otomatis aku jadi berpikir, what did you think of ME? As an OBJECT? That's really annoyed me!!! Itu sangat keterlaluan. Bercanda boleh saja, aku tidak melarang, aku bahkan menghormatinya karena dia memiliki rasa humor yang bagus, tapi tidak untuk yang satu ini. Rasa hormatku padanya mendadak hilang begitu saja, ternoda oleh sebuah candaan yang membuatku sangat sensitif. Memang dia kemudian bertanya, kenapa sangat sensitif? Well, yes of course it does. Untuk hal ini aku jadi sangat sensitif, karena dia khususnya dan mereka sebagian pada umumnya, berkata dan bertindak seolah tahu segalanya. Dan maaf saja, kalau boleh jujur, orang yang berkata dan bertindak seolah-olah dia tahu segalanya adalah tipe orang yang sering membuatku kesal. What did you know? What did you feel? Nothing!!! Then, don't act like you know everything!!!

Aku sebagai pihak yang mengalami dan merasakannya langsung tidak ribut dan melebih-lebihkan apa yang sebenarnya terjadi. Aku dan mantan pun tidak ada masalah karena kami masih berhubungan baik sebagai teman, setidaknya itu ada. Toh kami juga masing-masing sudah berusaha melepaskan diri dari zona kami yang lama menuju zona baru dan jalan pilihan kami masing-masing. Menjadi diri kami apa adanya, menikmati, dan bersyukur dengan semuanya.

Sementara aku sudah melepaskan dan mulai “MOVE ON”, dia dan mereka (para “dedengkot” itu) kembali mengusili tanpa mengecek kondisi seseorang. Dia dan mereka yang sok tahu sangat berisik. Berasumsi inilah, itulah, analisis beginilah, begitulah, ribet banget!!! Kebiasaan buruk yang selalu dilakukan hampir setiap waktu dan kali ini membuat kesabaranku habis!!!


Kusarankan sebaiknya mengingat kembali pepatah “Lidah lebih kejam daripada Pedang”, Perkataan lebih menyakitkan daripada perbuatan. Berikut ini ada beberapa hal yang aku sarankan kepada teman-teman baikku dan para pembaca jika tengah bercanda ataupun dalam berucap.

1.Jika kau tidak tahu apa-apa, maka sebaiknya jangan berkata ataupun bertindak seolah tahu segalanya, karena itu akan menjengkelkan orang yang benar-benar paham dan mengalami serta merasakannya.

2.Jika kau bertindak dan berkata sok tahu, tanpa memperhatikan sekeliling, itu sama dengan menyakiti orang lain, tolong diingat.

3.Kau boleh bercanda untuk menyegarkan suasana, tapi mempermainkan kondisi orang lain tanpa PERASAAN untuk bercanda, itu keterlaluan.

4.Hal yang wajar saat manusia merasa “Sensitif” karena memiliki HATI, bukan hanya LOGIKA OTAK semata.

5.Masing-masing dari kita berbeda, sama dengan hal yang membuat kita “Sensitif”, itu pun berbeda, karena itulah kita harus menghargai sesama.

6.Saat KATA menggores HATI, saat itu pula KEPERCAYAAN dapat hilang seketika, berhati-hatilah.

7.Hargai orang di sekitarmu sebagaimana mereka menghargaimu, jika tidak begitu, bersiap atas konsekuensinya. Bisa jadi orang di sekitarmu tidak menghargaimu.

8.Berhati-hatilah pada perkataan & CANDAANMU, karena bisa membuat orang lain berburuk sangka dan salah paham sementara kau tertawa di belakang.

Berurusan dengan hubungan dan pasangan, itu masalah HATI, bukan hanya LOGIKA OTAK semata. Mungkin terdengar klise atau konyol atau lebay, atau mungkin kesan yang didapatkan aku terlalu sensitif dengan beberapa hal yang aku bahas di atas, tapi itulah yang kudapat dari pengalamanku. Saat mengalami dan merasakannya, maka kau bisa lebih bersikap bijak dalam menghadapi orang. Kau tidak akan bisa bergerak lebih banyak jika kau hanya menggunakan pikiranmu. Dalam hampir setiap hal, hatimu memiliki peran yang sangat besar dan itulah yang benar-benar aku rasakan untuk beberapa bulan ke belakang.

Untuk membangun masa depan, jelas kita tidak boleh hanya memikirkan perasaan, karena realitas kehidupan tidak semudah dan sesederhana yang kita bayangkan. Kau boleh bermimpi setinggi-tingginya dalam segala hal, but please be realistic. Lihat juga pada realitanya, pastikan kita menempuh jalan yang benar dengan orang yang tepat. The right man in the right place, that's it. That's why I suggest you saat memilih orang yang tepat sebagai pendamping hidup kita, aku sarankan untuk menggunakan HATI dalam memilih. Terlepas dari semua pertimbangan akan bibit bobot bebet nya dari pasangan kita, misal kesamaan agama, latar belakang keluarga, latar belakang pendidikan, pekerjaan, karakter, dan tentu semua hal yang berkaitan dengannya, please Let YOUR HEART FEEL it, Is HE/SHE The Right ONE or NOT!

Banyak halangan dan rintangan yang akan terjadi memang, tapi itu bagian dari ujian yang akan membuat kita lebih kuat dari sebelumnya. Dan saat kita tidak membohongi perasaan diri kita sendiri, maka kita akan menikmati hidup yang benar-benar hidup, trust me, its work.

Now, I Live My Life.
Whatever they said, I'll keep walking and enjoying My Own Life with My Dearest One ... >_< ...



sisa postingan sampai selesai

Sunday, September 16, 2012

PERJALANAN PART II


Berikut ini lanjutan dari poems yang sebelumnya, so please enjoy it. Kalau ada yang ingin meng-copas (copy-paste) silakan, tapi dimohon untuk tidak lupa menuliskan alamat blog & penulisnya sebagai sumbernya ya.

SERI PERJALANAN
PART II

Oleh : Astri Yulianti
Bandung, November 2012

Perjalanan hidupmu tidak akan semanis jalan kenangan dalam lagu ,,,
Tidak juga akan memanjakanmu terus menerus ,,,
Tidak selalu memberimu kemudahan seolah membalik telapak tanganmu ,,,
Tidak selalu memberikan apa yang kau mau ,,,
Tidak selalu menunjukkan padamu mimpi indah milikmu ,,,
Tidak selalu tersenyum padamu ,,,
Dia memintamu untuk tegap berdiri, mandiri, dan saling berbagi ,,,
Dia memintamu untuk bertahan dan tidak menyerah ,,,
Dia memintamu untuk menetapkan tujuan hidupmu dengan pasti ,,,
Dia mengujimu melalui pertemuan-pertemuan yang kau lewati ,,,
Dia mengajarkan untuk tidak melarikan diri dari realita di depanmu ,,,
Dia mengajarkanmu untuk tetap menerima segala hal dengan ikhlas ,,,
Dan perjalanan yang akan kau lalui penuh dengan hal tak terduga ,,,
Mengkhianati, dikhianati, dilukai, melukai, saling melukai, kecewa, dikecewakan , saling mengecewakan, suka, tidak suka, tidak disukai, marah, dimarahi, dihina, menghinakan, benci, dibenci, bersedih dan menangis, kesal, geram, bahagia, tersenyum, tertawa, senang, bangga ,,,
Semua perasaan akan bercampur satu di sana ,,,
Bukankah itu adalah hal yang patut disyukuri, itu adalah bukti bahwa dirimu masih hidup ,,,
Kehilangan, takut kehilangan, perpisahan, takut berpisah, dilepas, melepaskan ,,,
Takut ditinggalkan, ditinggalkan dengan penuh luka dan berlumuran darah ,,,
Ditinggal dan dicampakkan oleh orang yang paling kita percayai dan cintai ,,,
Bukankah itu bagian dari hal berharga yang bernama hati dan kasih sayang ,,,

Manusia pada dasarnya sama ,,,
Memiliki masa lalu yang tersimpan dan berbekas,
Kekhawatiran melalui masa sekarang, dan rasa takut menuju masa depan ,,,
Kesalahan, kegagalan, dan pengorbanan itu adalah bagian hidup yang memang harus dilalui ,,,
Tanpa itu, hidupmu hanya akan terlihat seperti kain putih tanpa corak apapun,
Datar tanpa ada warna warni di dalamnya ,,, tidak menarik dan akan sangat membosankan ,,,

Jika kau menyerah disini, maka kau tidak akan pernah mendapatkan apapun ,,,
Sekarang tinggal bagaimana kau menentukannya ,,,
Sekarang pilihan ada di tanganmu ,,,

Dan tahukah dirimu?
Sistem dibuat untuk mempermudah, bukan untuk mengungkung ,,,
Kau punya hak untuk membuat ataupun merubah sistemnya jika kau mau dan mampu ,,,
Bukan hanya mengeluh dan membiarkannya membusuk ,,,

Tahukah dirimu?
Apakah kau berpikir semua manusia rela membiarkanmu menang dan meraih mimpimu begitu saja?
Jangan manja! Jangan berpikir terlalu naif!
Dalam meraih mimpi kau akan dibawa ke jalur yang membuatmu jatuh bangun ,,,
Penolakan dan kegagalan akan selalu berada di sekelilingmu, tertawa meremehkanmu ,,,

Manusia kadang lupa bahwa dirinya manusia ,,,
Hingga sering di antara mereka merampas hak orang lain di sekelilingnya,
Merenggut impian orang lain demi kepentingan dirinya sendiri,
Bahkan jika kau perluas lagi wawasanmu, pandanganmu, dan penglihatanmu, jauh di depanmu orang rela membunuh demi menyelamatkan diri mereka sendiri! Sungguh ironis!

Tahukah dirimu?
Manusia kadang lupa dengan kebaikan orang lain saat seseorang membuat kesalahan sehingga noda hitam kecil dianggap sebagai identitas asli, beranggapan diri selalu benar, padahal tidak melihat sekeliling dengan seksama, tidak paham sebenarnya apa yang terjadi, atau memang sejak awal memilih untuk tidak peduli ,,,
Jika kau tidak mau belajar, maka berusahalah untuk tetap menghargai semangat belajarmu ,,,
Jika kau tidak tahu apa-apa, maka cari tahu dengan kemampuanmu ,,,
Jika kau tidak tahu apa-apa, jangan bertindak seolah kau tahu segalanya,
Jangan bertingkah seolah kau adalah satu-satunya orang yang paling menderita,
Kau tidak tahu penderitaan orang-orang lain di luar zona amanmu ,,,
Apa yang membuatmu pantas bersedih dan berkeluh kesah sementara jauh di depan sana ,,,
Desing peluru menembus tubuh siapapun yang melewatinya,
Tombak menghunus tajam jantung orang yang mempertahankan nyawanya,
Tangis kelaparan menggema di seluruh penjuru negara ,

Apakah kau tahu orang-orang bersedih dan menderita karena pikiran sempitmu?
Jangan salahkan orang lain di sekeliling atas pilihan yang kau ambil!
Sebanyak apapun guru yang kau temui, sebanyak apapun buku dan referensi yang kau baca ,,,
Mereka hanyalah fasilitas yang akan membentuk pemikiran dan memberimu kesimpulan singkat ,,,
Tidak selamanya figur otoritas yang kau hormati selalu benar, kau harus berpikir objektif ,,,
Karena pada akhirnya kau sendiri yang menentukan, bukan orang lain!
Kau yang paling tahu dan paling paham mengenai hal yang akan kau lakukan ,,,
Kau sendiri yang memilih jalanmu,,,
Menyerah, bertahan, atau melarikan diri ,,,

Jangan melihat hanya dari pandangan dan pemikiranmu saja!
Apakah kau pikir setiap orang punya pemikiran yang sama denganmu? Jelas tidak!
Kerangka pemikiran mereka berbeda denganmu, logika, emosi, dan prioritas bermain di dalamnya ,,,
Pemahaman mereka mengenai suatu hal pasti berbeda denganmu, bisa lebih baik, atau bahkan sama sekali tidak memahami makna pesanmu secara utuh ,,,
Bisa jadi banyak orang yang salah paham terhadapnya, berkata yang bukan-bukan dan membentuk komunitas masyarakat kejam yang hanya peduli benar dan salah, tanpa kejelasan dan pemahaman yang tepat mengenai kondisi dan situasi yang membentuknya ,,,
Jangan Sok Tahu!

Apakah kau tahu? Kadang kau berdalih bahwa mereka yang membuatmu sengsara ,,,
Tapi pernahkah dirimu menerima kenyataannya bahwa seringkali dirimulah yang menjadi akar dari semua permasalahan yang menimpamu?
Apakah kau juga tahu? Seringkali kau meminta orang di sekelilingmu memperhatikanmu ,,,
Tapi pernahkah dirimu memperhatikan orang-orang di sekelilingmu yang kau minta untuk memperhatikanmu itu? Apakah kau juga memperhatikan mereka dan menanyakan kabar mereka? Apakah kau ada di samping mereka saat mereka membutuhkan keberadaan dan dukunganmu? Apakah kau berdiri di samping mereka, menepuk pundak menenangkan, dan memberi semangat?
Apakah kau menyadari? Seringkali kau meminta untuk diserahi tanggung jawab ataupun kepercayaan kepadamu, merasa tidak dipercayai jika ada yang mendahului atau tidak diberi ,,,
Tapi, pernahkah kau membuktikan kepada mereka bahwa kau memang pantas diserahi tanggung jawab ataupun kepercayaan yang mereka berikan? Karena bisa jadi tanpa sengaja dan tidak kau sadari, kau membuat mereka tidak percaya dan kecewa padamu karena tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan dengan sepenuh hati tidak dilakukan dengan baik, bahkan lebih sering kau abaikan dan tidak pedulikan, fokus pada kepentingan diri sendiri ,,,
Jangan Egois!

Apakah kau juga menyadari? Bahwa sering kali kau meminta pemimpin dan orang-orang di sekelilingmu memberikan jalan untuk eksistensi dan perkembanganmu ,,,
Tapi pernahkah kau berpikir bahwa pemimpinmu punya banyak tanggung jawab yang harus dia emban, yang tidak hanya melibatkan dirimu pribadi di dalamnya, melainkan banyak kepentingan dan orang-orang lain yang harus juga diakomodir, tidak selalu bisa emosional dan kedekatan diberlakukan disana, bahkan hal mutlak pun demi menjaga keutuhan kondisi harus dilakukan ,,,

Apakah kau berpikir menjadi seorang pemimpin itu mudah?
Jangan bercanda! Yang benar saja!
Seorang pemimpin memiliki tanggung jawab yang besar bagi dirinya dan teman-teman di sekelilingnya. Orang yang dengan susah payah memikirkan bagaimana diri kalian berkembang, orang yang berusaha keras mati-matian mempertahankan seringkali kapal yang hampir karam, mengatur jalan dan mengarahkan kalian ke tempat tujuan bersama dengan selamat. Memikirkan dengan segenap tenaganya bagaimana supaya kalian bisa mendapatkan pembagian yang adil.

Orang yang akan sangat bersedih hati jika kalian meninggalkannya dan berbicara konyol seolah dirinya tidak berguna, padahal kau, apa yang kau tahu mengenai perjuangannya? Apa yang kau tahu?
Kau tidak melihatnya, karena itu kau tidak punya hak untuk menilai apapun!
Bahkan seringkali kau menutup matamu! Kau meninggalkan memimpinmu, berdalih dia salah, dia tidak peduli, dia tidak pernah memikirkanmu!
Kau anggap apa usahanya selama ini? Omong kosong belaka? Manja sekali!

Kalau kau beranggapan dia salah arah, maka katakan langsung padanya! Jangan menunggu kapal karam! Jika itu terjadi, akan terlambat semuanya!
Jika menurutmu dia tidak memiliki kualifikasi, dampingi dan bantu dia mencari, lihat perkembangannya, dan berjalanlah di sampingnya, bantu dia berdiri saat jatuh dan kau akan melihat sendiri bagaimana nanti dirinya akan sangat menjagamu dengan sepenuh hati ,,,

Akan tetapi, tahukah kau?
Seringkali kau tidak sabar melihatnya, seringkali kau beranggapan bahwa dirimu tidak dilihat, tidak diberi kesempatan untuk berkembang! Tertawalah karena sesungguhnya pemikiran konyolmu yang seperti itu yang membuatmu tidak berkembang!
Seseorang diakui sebagai seorang pemimpin karena dedikasi nya, karena semua hal yang telah dilakukannya! Bukan karena dia memegang peranan ataupun jabatan sebagai pemimpin atau apapun itu istilah yang kau gunakan!

Dan pemimpin yang baik, tidak akan mencampakkan temannya begitu saja ,,,
Pemimpin yang baik akan menyelesaikan tugasnya dengan segenap tenaganya, tak peduli jika amarah dan ledakan emosi kelelahannya berkumpul menjadi satu disana ,,,
Ada orang yang harus dijaga, ada orang yang harus dilindungi, dan ada orang yang harus dipertahankan ,,,
Bukan orang yang selalu diam dan menusuk dari belakang ,,,
Bukan pula orang yang selalu protes dengan segala hal tanpa membantu melakukan apa-apa ,,,
Bukan pula orang yang pergi meninggalkannya demi kepentingan dirinya sendiri ,,,
Kau tahu maksudku dengan jelas sekali ,,,

Meski demikian, kau seringkali tidak sadar ,,,
Sebegitu fokusnyakah dirimu terhadap diri sendiri sehingga saat orang sekitarmu bingung, saat orang sekitarmu bersedih, saat orang sekitarmu kesulitan, saat orang sekitar menantimu dengan sabar dan penuh harap, saat orang sekitarmu berpikir keras untuk menyemangatimu, saat orang sekitarmu berusaha keras untuk berbagi dan mendengarmu, kau buat mereka bersedih dan sakit hati dengan beranggapan bahwa mereka sama sekali tidak peduli dan dirimu tidak didengar ,,,
Jangan Manja!

Apakah kau tahu? Betapa lelahnya seseorang menunggu, betapa lelahnya seseorang berharap, betapa lelahnya seseorang kembali untuk mempercayai, betapa lelahnya seseorang untuk menahan amarah saat emosi sudah memuncak dan hampir terlontar keluar?
Dan apakah kau tahu kenapa mereka di sekelilingmu sakit hati?
Bersedih? Marah? Protes?
Itu karena mereka begitu mempercayaimu, begitu menyayangimu, begitu membutuhkanmu!
Tetap tidak ingin mempercayai betapa perlakuan yang kau berikan begitu kejam pada mereka!
Ingin menghapusnya dari memori, tapi teori bermain di dalamnya ,,,
Bisa dimaafkan akan tetapi tidak akan bisa terlupakan,,,
(We can forgive, but we can’t forget)
Ingin diulangi dan ditarik kembali,
tapi tetap tidak bisa mengubah yang sudah terjadi ,,,(Irreversible)
Kalau tidak percaya, kalau tidak sayang, kalau tidak membutuhkan,
untuk apa peduli padamu?
Buang-buang waktu sakit hati,,,
Buang-buang tenaga marah-marah tidak jelas.
Apa perlunya protes keras? Tidak akan berguna ,,,
Tidak pernahkah kau memikirkan hal itu?

Jangan Manja!
Perlu kau ingat ,,,
Perjalanan hidup tidak sesederhana itu, Kawan!
Karena itu,,,
Perluas wawasanmu!
Perluas peta pemikiranmu!
Dan putuskan hal yang penting dengan hatimu!
Jangan jadi anak kecil manja!
Pada akhirnya kau akan kerepotan sendiri ,,,

Aku tersenyum sendu,
Kau lihat? Salah satu sosok pribadiku tersenyum lembut sekali ,,,
Perjalanan hidupmu memberimu banyak sekali pelajaran berharga,
Mengajarimu tentang banyak hal,
Kedewasaan, tanggung jawab, kepemimpinan, kasih sayang, kemandirian, keteguhan hati, keteguhan mental, kemampuanmu dalam mengambil keputusan, dan yang paling penting adalah memberimu pilihan untuk memilih serta keberanian untuk menghadapi kehidupan ,,,
Membuatmu menjadi sosok yang lebih dewasa dan lebih menghargai hidup ,,,
Menunjukkan padamu realita bukan angan-angan belaka ,,,
Kau boleh bermimpi, malah kau memiliki kewajiban untuk bermimpi setinggi-tingginya ,,
Saat kenyataan menghadang dan membentur mimpi dan cita-citamu,
Kau sendiri yang memutuskan ,,,
Tetap berkeras menggapainya dengan sungguh-sungguh melalui cara-cara yang masuk akal dan realistis ataupun berhenti di tengah jalan dan menyerah ,,,
Dirimu sendiri yang menentukan kebahagiaan hidupmu ,,,
Dia (sang kehidupan dan perjalanannya) memang sangat keras dan akan sangat keras padamu ,,,
Menempamu dengan berbagai cara yang tidak akan pernah kau duga ,,,
Membuatmu beratus-ratus kali jatuh dan memintamu untuk kembali bangkit berdiri ,,,
Seperti besi yang ditempa berkali-kali di api yang panas dan mendapat pukulan baja berkali-kali ,,,
Menjadi sesuatu yang menakjubkan, mempesona, dan kuat ,,,
Karenanya, bersyukurlah karena kau adalah orang yang sangat berharga ,,,
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa menggantikan keberadaanmu ,,, tidak ada!
Seperti apapun dirimu, tidak akan ada yang menyamai dirimu ,,, tidak akan ada!

Percaya dan ingatlah ,,,
Di balik kesulitan selalu ada kemudahan, ada kemudahan ,,,
Jejakkan kakimu dengan sepenuh hati, berjalanlah dengan penuh percaya diri ,,,
Jangan terburu-buru,,,
Jika kau tergesa-gesa mimpimu hanya akan menjadi bagian dari ambisimu saja ,,,
Pupuk pelan-pelan, peliharalah dengan lembut ,,,
Akan tetapi, jangan terlalu lama membuat dirimu menunggu,,,
Kau akan membuang waktumu dan membiarkan dirimu tidak berkembang ...
Berjalan dan bergeraklah ,,,
Jika kau bergerak, maka akan ada sesuatu hal mengejutkan yang terjadi ,,,
Aku memandangi sosok diriku yang berjalan di depanku, dia mengulurkan tangan padaku ,,,
Aku tersenyum, menerima uluran tangannya dan berjalan bersama di sampingnya ,,,
Kupandangi sinar mentari nun jauh di depan sana,
Pertemuanku dengan kalian bukanlah tanpa sebab, bukan pula tanpa maksud ,,,

Terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk berada di samping kalian, berbagi bersamaku ,,,
Terima kasih karena kritik yang kalian berikan menjadi kesempatan bagiku untuk memperbaiki diri ,,,
Terima kasih karena ejekan dan hinaan yang kalian berikan membuatku semakin lebih tegar ,,,
Terima kasih karena luka yang kalian torehkan menjadi bukti bahwa aku begitu menyayangi kalian ,,,
Terima kasih karena harapan yang kalian berikan adalah awal dari perjalanan mimpiku ,,,
Terima kasih karena mau memberiku arahan walau dirimu seringkali tertahan dan tak tahu arah ,,,
Terima kasih karena kepercayaan yang kalian berikan membuatku bangga pada diriku sendiri ,,,
Terima kasih karena uluran tangan kalian, aku bisa berusaha keras hingga saat ini ,,,
Terima kasih karena mau tersenyum dan menepuk pundak dan mengelus kepalaku,,,,
Terima kasih karena sudah menjadi bagian dari perjalanan hidupku yang sangat singkat ,,,
Terima kasih karena sudah mempertahankanku, memperjuangkanku, walaupun dirimu menderita ,,,
Terima kasih karena kalian semua masih tetap hidup & bernafas di sampingku ,,,
Itu sangat melegakan ,,,

Mungkin, pada akhirnya kita akan memilih jalan yang berbeda, menempuh jalan masing-masing ,,,
Bisa jadi kita akan menapaki jalan sebagai saingan, rival, atau kadang berbalik menjadi musuh ,,,
Siapa yang tahu?
Karena setiap manusia tidak akan ada yang tidak berubah ,,,
Perubahan adalah hal lumrah yang menjadi hal biasa di dunia ini ,,,
Mungkin juga, pada akhirnya nanti satu persatu dari kalian akan menghilang, meninggalkanku sendiri, dunia berputar dan roda memberimu pengalaman yang mendebarkan ,,,

Tapi satu hal yang pasti, saat aku melepas dengan ikhlas,,,
Aku yakin bahwa aku tidak akan kehilangan apapun, waktu yang akan menunjukkan jawabannya ,,,
Kalian akan selalu ada di dalam hatiku, tetap mendapat tempat yang istimewa ,,,
Allah pun akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik,,,
Sesuatu yang bahkan tidak terduga, aku yakin sepenuhnya akan hal itu ,,,
Mungkin juga, suatu saat nanti aku akan dipaksa untuk menyerah terhadap keadaan dan mimpi-mimpi besarku ,,,
Jangan bercanda! Yang benar saja!
Hei, hei, siapa yang mau menyerah? Memangnya aku rela mimpiku direbut oleh orang lain?
Ini mimpiku, akan kuraih dengan sekuat tenaga dan segenap kemampuanku walau mesti aku jatuh bangun untuk mendapatkannya!

Satu hal yang pasti, saat aku sudah menetapkan hati ,,,
Tidak akan ada satu orang pun yang memiliki hak untuk menghentikanku!
Suatu saat nanti perjalanan panjangku akan membawaku mencapai masa depanku yang gemilang ,,,
Hasil atas kerja kerasku, perjuanganku, pengorbananku, kelelahanku, dan keyakinanku ,,,

Aku percaya itu ,,,
Kupikir perjalanan ini menjadi sesuatu hal berharga yang patut diperjuangkan ,,,
Benar begitu kan? Bagaimana denganmu, Kawan-Kawanku?
Aku tersenyum, mulai melangkah.
Perjalananku baru saja dimulai.

The Adventure of My Life



Hm, sudah lama tidak menulis di blog, maklum berbagai petualangan tak terduga dari kehidupan mulai menampakkan diri dan suddenly I miss to write it out, hehe :D. Jadi, yuk kita mulai dengan berbagai cerita yang selama ini aku pendam. Sebelum kita berlanjut, I'd like to share a poems to all people that read my Blog, its came from my journey afterall, so please enjoy it. Kalau ada yang ingin meng-copas (copy-paste) silakan, tapi dimohon untuk tidak lupa menuliskan alamat blog & penulisnya sebagai sumbernya ya. Thanks ... >_< ...

PERJALANAN PART I
Oleh: Astri Yulianti
Bandung, 16 – 17 November 2011


Pernahkah dirimu merasa terhenti di suatu tempat dan bingung memilih jalan? 
Bingung harus kemana? 
Bingung dengan perjalananmu yang terhenti oleh berbagai faktor dan alasan yang menurutmu sangat merepotkan? 
Bingung untuk kembali menentukan arah? 
Bingung dengan segala hal yang membebanimu sesaat dan membuatmu ragu berkali-kali? 
Bahkan waktu sejenak pun sepertinya tak mau berpaling untuk menunggumu, malah memaksamu dengan segera untuk melakukan sesuatu. 
Kupikir, semua orang termasuk diriku pernah mengalaminya. Itu adalah bagian dari kehidupan, yang memang mau tidak mau akan muncul dengan sendirinya di depan langkah kita dan meminta dengan sangat rendah hati untuk kita lalui. 

Dulu, aku hanya seorang anak kecil polos yang tidak paham apapun. Pemikiran apapun yang masuk secara tidak sadar, aku mengambilnya sebagai hal penting yang harus dipikirkan, setidaknya hal itu terlihat dengan jelas. Jalur pasti dan arahan yang diberikan oleh orang tua, secara tidak langsung tertanam di pikiran alam bawah sadar kita. Kita harus begini, harus begitu, penuh dengan istilah-istilah yang kini jarang kita maknai secara utuh.

Dan menginjak usia remaja, aku ditawarkan pemandangan yang luar biasa di depanku ,,,
Pengalaman menarik pun ditawarkan padaku yang ketika itu sedang mencari, seolah berkata ,,, 
“Hei, mendekatlah kemari dan bermainlah denganku,” ,,,
Aku yang haus akan pengalaman dan tengah mencari kesana kemari, mengulurkan tangan dan memasuki dunia yang tidak pernah kuduga sebelumnya, membuatku menarik kesimpulan yang sangat beragam, membuatku mendapat pemikiran yang sangat bervariasi, dan menyuruhku untuk mencari jalanku sendiri ,,,

Aku sempat terdiam ketika melihat betapa perjalananku akan sangat panjang dan berliku ,,,
Bahkan Allah pun sepertinya senang memberiku medan perjalanan yang begitu mengejutkan ,,,
Jalur yang penuh dengan jalanan bebatuan, 
Sungai deras, berliku, dan dalam,
Hutan rindang mencekam,
Tebing terjal dan pegunungan yang membentang,
Perahu penyebrangan yang nyaris tenggelam, dan
Badai yang sepertinya senang menggoda dan mengguncang dengan dahsyatnya ,,,

Awalnya, aku sangat merasa lelah dengan segala hal di depan mataku,
Rasanya ketika itu aku ingin menangis tersedu-sedu, berteriak dengan keras ,,,
Dan menyerah adalah pilihan yang paling ingin aku ambil secepatnya ,,,
Lagi-lagi jalan yang harus aku lalui berbatu,
Lagi-lagi jalan yang harus aku lewati berliku-liku dan berputar,
Lagi-lagi jalan yang harus aku tempuh memaksaku bersabar dengan semua bumbu-bumbu di dalamnya ,,,,
Aku terkungkung dalam kegelapan diriku sendiri,
Mengeluh, mengaduh, protes, dan mempertanyakan segala hal ,,,
Kenapa setiap jalan yang aku tempuh selalu tidak semudah yang aku bayangkan ,,,
Kenapa setiap jalan yang harus aku lalui memintaku untuk bersabar ,,,
Kenapa setiap jalan yang harus aku lewati memaksaku untuk memilih kata “menyerah” ,,,
Kenapa begini, kenapa begitu ,,,
Aku mempertanyakan banyak hal di hatiku ,,, banyak sekali ,,,

Berpikir dan menganggap diri ini pantas untuk maju ke panggung yang lebih besar ,,,
Tapi tertahan di suatu tempat yang membuatku merasa bingung dan tak tahu harus berbuat apa ,,,
Tertahan di sudut dan hanya terdiam memandang iri setiap orang yang berjalan mendahului ,,,
Dengan pemikiran picik dan sombong, tersirat dalam hati, kenapa kalian yang justru berjalan lebih dulu, lebih maju, dan seolah-olah meninggalkanku seorang diri? 
Membiarkanku terkungkung keegoisanku sendiri,
Aku tertegun, kenapa aku jadi kebingungan sendiri?
Apa sebenarnya yang aku mau? 
Tujuan apa yang sebenarnya ingin aku capai?
Aku mengulangi hal itu berkali-kali-kali, terus dan terus ,,,
Bagaikan rekaman kaset rusak yang berulang kali diputar ,,,
Hingga akhirnya lelah, terdiam, dan tak bergerak sama sekali ,,,

Hingga suatu ketika, aku bertemu dengan seorang nenek bijak dalam sebuah perjalanan pulang ,,,
Kata-kata sederhananya menusuk tajam di bagian hatiku yang paling dalam ,,,
“Jangan setengah-setengah!”  ungkapnya dengan lembut.
Sesaat aku terdiam dan mencernanya dalam hati, mempertanyakan kembali diri sendiri ,,,
Apakah kau sudah sungguh-sungguh selama ini?
Apakah kau masih setengah-setengah dalam menjalankan sesuatu?
Aku tertohok dan tersentak sadar ,,,
Hei hei, apakah kau sudah mengusahakan semuanya 100%? 
Apakah kau sudah melakukan semua hal yang kau sukai dengan niat yang kuat?
Sudahkah kau melakukannya dengan baik? 
Ataukah dirimu beralasan banyak seperti ,,,
Aku tidak akan melakukannya,
Aku tidak bisa melakukannya, 
Jika dirimu memiliki banyak waktu untuk memberikan alasan ,,, 
Jangan menyerah!
Lakukan yang terbaik untuk semua hal yang kau putuskan akan kau lalui!

Aku tersenyum bangga ,,,
Perjalanan yang awalnya kuanggap sebagai perjalanan sulit yang membuatku menyerah ,,,
Berubah menjadi perjalanan yang menarik ,,,
Hanya dengan mengubah sudut pandang, seolah semua hal berubah menjadi lebih baik ,,,
Bukankah kakimu akan menjadi lebih kuat jika dirimu berjalan di jalanan penuh bebatuan?
Membuatmu bisa memilah milih jalan mana yang lebih baik yang harus dilalui, 
Membuatmu bisa berlari dengan cepat di jalan tanpa hambatan ,,,

Bukankah tubuhmu akan lebih kuat dalam bertahan jika melewati sungai deras & dalam?
Membuatmu bisa mengatur kondisi tubuhmu lebih baik dan menyimpan tenagamu dengan bijaksana ,,,

Bukankah dirimu bisa belajar untuk mengatur  rasa takutmu jika masuk ke dalam hutan yang mencekam?  Belajar untuk menguasai diri sendiri dan pikiran yang selalu membayang di depan keraguanmu ,,,

Bukankah genggaman dan jari-jarimu akan menjadi lebih kuat, dan juga dirimu bisa belajar menentukan keputusan yang tepat dengan memanjat tebing terjal dan pegunungan yang membentang? Menentukan arah dengan baik dan memahami kondisi di sekelilingmu ,,,

Bukankah dirimu bisa belajar berenang saat perahu tenggelam dan paham mengenai hal apa saja yang harus dipersiapkan untuk mencegah perahu tenggelam? Memberimu pengetahuan umum mengenai pelayaran dan persiapan matang ,,, 

Bukankah dirimu bisa belajar untuk melewati badai dengan senyuman dan usaha kerasmu? 
Membentuk keyakinan diri, mengasah kemampuan dan keterampilan, serta membentuk mental pemenang yang akan membawamu ke tempat yang lebih baik ,,, 
Kau pikir seseorang menjadi pelaut ulung hanya dengan melewati lautan yang tenang begitu saja ,,,
Tidak. Mereka melewati badai berkali-kali, bahkan mungkin beratus kali hingga ribuan kali ,,,
Mereka memiliki pengalaman yang didapat dari kehidupan nyata mereka, realita kehidupan mereka 
Bahkan nyawa adalah pertaruhan yang selalu mereka lakukan ,,,
Apakah mereka menyerah dengan mudah?
Tidak. Kalau mereka menyerah dengan mudah, kita tidak akan menikmati hidangan laut di meja makan ,,,

Bukankah saat Allah memberimu jalan yang panjang berliku, cobaan, musibah, dan hal lainnya adalah bukti bahwa Allah sangat sayang kepada kita? Kepadamu?
Bahwa Allah percaya sepenuhnya, kita pasti bisa melaluinya, 

Bukankah ini adalah bukti bahwa kita akan dinaikkan ke level selanjutnya ,,,
Layaknya anak tangga yang harus dilalui, satu demi satu, perlahan namun langkah pasti berjalan ,,,

Ada proses yang harus dilalui, ada prosedur tersirat yang harus dijalankan ,,,
Saat kau mempercepat prosesnya, layaknya menaiki dua anak tangga sekaligus kau bisa terjatuh jika dirimu belum siap, kau akan terpeleset dan terguling jika kakimu tidak kuat ,,,

Ada puluhan kualifikasi yang memang harus kau dalami, ratusan referensi yang harus kau pelajari ,,,
Kau belum menjadi apa-apa maupun siapa-siapa saat kau hanya terdiam, tertegun, memandang dengan iri, menyalahkan orang lain atas pilihanmu, dan tidak melakukan apa-apa ,,,
Kau tidak akan menjadi siapa-siapa saat kau hanya sekedar memiliki keinginan, ingin ini, ingin itu, ingin menjadi seperti dia, ingin menjadi seperti orang itu, tanpa melakukan hal apa-apa ,,,
Yang terpenting adalah apa yang sudah kau lakukan dan sudah kau kerjakan ,,,

Tuesday, February 28, 2012

Find Your Passion Here




Have you ever find your passion?

Well, I do find it now, eventhough that was so far to find it these days. Many people ask themselves and find it nothing. Some of them feel bored and tired to do reguler activity. So, the question is, have you found your passion?

But, before that, do you know about passion?
“Passion is what you enjoy the most!”
Something that made you crazy to get up in the morning. Something that you like to do the most. It could be your hobby, jobs, activity, and many things.

Well, at first I was still confused about my passion, until my friend tell me about one training that motivate me to find my passion, and I do found it now. I do believe this training could help you to find your passion, your potential and the important thing is you could try to know yourself better. Trust me, it’s worth to check. Enjoy it! >_<

Monday, February 6, 2012

Are You A Leader?


Bagiku seorang LEADER adalah sosok yang sangat kudamba dan kunantikan dengan sepenuh hati. Betapa tidak, everyone need it.

Kini Telah Hadir Buku untuk Para Leader Sejati!
Menjadi Seorang LEADER sejati ternyata ada tips & triknya tersendiri.
Menjadi Seorang LEADER sejati pun membutuhkan "Guidance"nya.
Mau Tahu lebih lengkap tentang hal tersebut?
Buku "You Are Young Leader" akan membahas tuntas tentang semuanya.

Tertarik? Kontak @shinasutori jika ingin mendapatkannya.

Kesempatan tidak akan menunggu. Now or Never!

We are LEADERS, what about you?

sisa postingan sampai selesai

Friday, February 3, 2012

KEGAGALAN BERUNTUN VS PELUANG


Malam itu, tepatnya ketika sedang mengerjakan instalasi software Corel Draw X4 yang ternyata kembali mendapatkan masalah dalam prosesnya, mendadak saja seorang teman mengirim sms, menanyakan kabar dan sempat kutanya balik, karena nomornya belum ter-save. Alhasil kembali memori harus bekerja keras dan memastikan kembali sosoknya di benakku. Dan perbincangan lewat sms pun dimulai.

"Kau kau bagaimana?" tanyanya lewat sms.
Aku jawab "Hahaha, penuh dengan pengalaman luar biasa,".
Lantas dirinya kembali bertanya " Pengalaman luar biasa? O_o Apa Ituuuu?"
Dan aku pun menjawab "Kegagalan beruntun dan peluang."
Dengan santai dia lalu membalas balik "Hooo... Asik asik asik! Skrng lgi memperbaiki yg gagal ato ambil peluang?"
Hm, aku menarik nafas panjang, menyebutkan bahwa kedua hal tersebutlah yang sedang kualami dan kujalani.

Kegagalan beruntun dan peluang, itulah tepatnya yang berada di depanku saat ini.
Keduanya bukan pilihan maupun keinginan, melainkan kesempatan. Kegagalan bagiku kesempatan untuk menjadi lebih baik, melakukan perbaikan-perbaikan akan setiap kesalahan yang aku lakukan, baik itu yang kusadari maupun yang tidak. Dan peluang, kadang datang secara tiba-tiba, menjadikan sebuah kesempatan emas yang kadang tidak meminta untuk ditunggu. KESEMPATAN tidak akan menunggu kita, melainkan datang secara tiba-tiba dan kita harus siap dengan semua itu.

Saat KEGAGALAN menimpa, hal yang paling ingin aku lakukan sebenarnya adalah menyerah. Selesai dengan begitu saja sebenarnya adalah pilihan pertama yang bisa kita ambil dan lakukan. Tapi, dalam hati rasanya aku tidak rela dengan diriku sendiri, membiarkannya terlalu lama berada di tempat yang penuh dengan pikiran negatif dan berhenti berusaha. Seringkali aku berpikir, membalikkan tangan dan membentangkannya, bertanya apa yang sebenarnya kau mau? Dan keyakinan dalam diri pun mulai muncul, kembali berdiri dan disana pintu-pintu yang kuanggap sudah tertutup, ternyata masih banyak yang terbuka, lebar sekali. Kau jatuh di satu tempat, terus kenapa?

"Gitu aja kok repot?" kata-kata Pak Gusdur itu selalu terkenang di benakku, walaupun kesannya sederhana, tapi kalimat itu memberi arti yang dalam bagiku. Melangkah maju akhirnya adalah tindakan yang harus kita lakukan. Dengan keyakinan seperti itu, perlahan PELUANG yang sama sekali tidak disadari mulai membentang di depan mataku. Aku tersenyum, perjalanan singkatku di satu tempat membawaku ke tempat yang lain, memberikanku kesempatan untuk berkembang dengan pesat, walau sering aku dibuat terjatuh berkali-kali. Walau begitu, aku pasti berdiri lagi, terus begitu. Menapaki jalan terjal dengan penuh perjuangan.

Benang merah itu pun mulai memperlihatkan dirinya, memberiku kesimpulan sederhana bahwa memang tidak ada yang sia-sia, menunjukkan padaku pula mengenai hal sederhana yang terkadang justru membuat seseorang termotivasi secara tidak sengaja. Dan hal itu ditunjukkan padaku sekarang, saat ini. Pertemuan yang ajaib dengan orang-orang tidak terduga membawaku ke dunia yang ternyata memang harus aku hadapi. Perlahan semakin lama aku menapaki jalan yang aku terima dengan sepenuh hati, semakin mudah aku melalui hari-hariku. Berbagai macam orang mengulurkan tangannya padaku, atau setidaknya menyapaku seolah berkata mendorong punggungku untuk tetap semangat.
"Yattemi!" (Lakukan!) ; "Susume!" (Majulah); "Ganbatta na" (Berjuanglah)

Dan, seorang sosok yang menarik perhatianku hingga saat ini berkata dengan santainya,
"Yatteminakyaa, wakaranai deshou?" (Kalau tidak dicoba, kita tidak akan tahu kan?")


Rasanya sedikit menjengkelkan saat kita mau menyerah lalu muncul orang-orang yang berkata seperti itu, perlahan kita kembali berpikir dan tak sengaja melakukan "REFRAMING". Dan pengaruh yang tidak sengaja kita dapatkan itu, membuat kita pun "TRANS" dan memasukkannya ke alam bawah sadar kita dan perlahan kembali bergerak, seperti robot yang mengalami perombakan ulang program. Dan saat kita ragu-ragu dengan jalan yang akan kita tempuh, takut kembali gagal dan peluang yang ada pun tidak diambil, kita memutuskan untuk diam dan berhenti berjuang. Lalu men-judge bahwa masa depan kita suram.

Namun, seorang kakak perempuan yang bijak berkata dengan santainya:
"Yah, kita pasti merasa ingin menyerah dan itu hal yang wajar. Tapi, hidup haruslah terus berjalan dan keinginan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki kehidupan terbaik itulah yang membuatku tidak mau kalah."

Teman pria sang kakak juga lalu menambahkan dengan senyuman, seraya menawarkan gyouza yang dibuatnya.
"Kalau kau membuang mimpi & harapanmu, maka itu sama saja dengan kau kehilangan makna dari hidup itu sendiri."

Aku dibuat bungkam dengan kata-katanya. Hh, baiklah, baiklah, aku menyerah untuk berargumentasi lagi dengan mereka, aku terima apa yang dikatakan mereka padaku, mencernanya memang membutuhkan waktu yang panjang dan merepotkan, tapi senyuman mereka dan sikap mereka yang santai dan ramah serta tidak dibuat-buat membuatku terpesona.

"Ja, Yattemimashouka?" (Kalau begitu, yuk kita lakukan!)

Belajar dari kegagalan kita yang beruntun dan mencoba mengambil peluang yang berada di sekeliling kita.
Ketahuilah, bahwa pintu yang terbuka lebar untukmu tidak hanya satu, melainkan sangat banyak.
Maka, cobalah untuk kembali berkeliling dan menelitinya satu persatu. Dan perlahan dirimu pun akan terkejut.

I'm working on it now, what about you?

Wednesday, July 27, 2011

Watashitachi Wa Tokidoki Rival Wo Shitsuyo Ka Na ,,,




“We Believe in Him. I’m Here Now Because of Him. I want to surpass him. But can you surpass him? When will you surpass him? When I surpass him, he’s already ahead of me again. That’s why we work hard to try to surpass him again. If we thought we’ve surpassed him, he’s progressing ahead of us ,,,”

Mendengar kata-kata ini mendadak jadi kangen dengan Boukenger. Disana, Akashi sang Bouken Red adalah seorang pemimpin yang disegani oleh teman-temannya. Dari kata-kata di atas rasanya kita bisa melihat bahwa sosok seorang pemimpin, terutama Akashi sangat dipercaya oeh teman-temannya. Selain itu dia juga menjadi salah satu alasan teman-temannya berjuang. Bagiku, alangkah senangnya jika kita mempunyai pemimpin seperti dia.

Berjiwa besar, menuntun kita dari kegelapan (emangnya mati lampu? ,,, >_<), penuh dengan kehangatan dan menerima kita apa adanya. Lalu, berusaha keras untuk melakukan hal yang terbaik demi teman-temannya. Ah, rasanya jadi mendadak jatuh cinta pada Akashi, hahaha ,,,

Sejujurnya aku belum pernah melihat Boukenger secara utuh, dalam hal ini seluruhnya. Tapi hanya dari potongan Movie nya saja yang bermain dengan Gekiranger dalam Tokusatsu Matsuri, mendadak aku jadi terpesona dan tergetar oleh sosok Akashi yang satu ini.

“Ookina sonzai te koto ne,” (a giant figure whom one can respect)
Kira-kira seperti itulah sosoknya, membuatku merasa bahwa menyenangkan jika kita bertemu dengan pemimpin yang seperti itu. Yah, walau terkesan sedikit mustahil karena pemimpin seperti itu hanya ditunjukkan ada di serial tokusatsu.

Tapi, kuakui bahwa rival adalah sosok yang diperlukan semua orang dan kompetisi menjadi hal yang memang harus berjalan. Kompetisi yang sehat akan membawa kita menuju kemenangan bersama dan bertumbuh serta berkembang bersama. Permasalahannya adalah apakah kemudian kita menyikapi sosok rival itu dengan positif atau negatif? Who knows, sometimes we didn’t do the right thing anyway but keep trying to do what we want, even that was the worst thing ever.

Jika kita menemukan rival yang baik, kita akan bersaing sehat dan berjuang untuk mencapai titik yang lebih baik dari yang pernah kita pikirkan, bahkan terkadang walau kita merasa kesal dengan seseorang yang lebih dari kita, pada kenyataannya di dalam hati terdalam kita terpesona padanya.
Teman-teman merasakannya tidak? ,,,, >_< ,,,

Pictures of The Years

  • pemandangan 1
  • pemandangan 2
  • pemandangan 3
  • pemandangan 3
  • pemandangan 3
  • pemandangan 3